21 December 2008

Web 2.0, Apakah itu?

Internet merupakan media baru sejak era 1990an. Saat itu, website masih berupa tulisan saja dan minim dengan graphic atau anda bisa membandingkan persamaannya dengan command prompt yang ada di windows. Lambat laun, website sudah bisa menampilkan gambar dan image dengan sempurna tapi tanpa didukung dengan CSS atau bahasa HTML yang berstruktur. Mungkin anda bisa menyebut saat itu adalah era web 1.0.

Saat ini, era web sudah memasuki masa web 2.0 ( cara baca: web two point o ). Peralihan masa web1.0 ke web 2.0 juga di karenakan perkembangan di bidang IT sendiri. Mulai dari perangkat komputernya yang memiliki spesifikasi yang tinggi dan mampu merender gambar secara cepat, sampai dengan kecepatan internet yang sangat cepat atau bisa dikatakan 100x lipat dari kecepatan akses internet masa era web 1, tapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah web browser itu sendiri yang selalu update mengikuti perkembangan bahasa web.

Web 2.0 merupakan revolusi web masa kini. Banyak pemain besar seperti google, yahoo, alibaba.com, wikipedia dll ( website terkenal lainnya ) sudah mencicipi kecanggihannya. Bukan hanya kecanggihanya dalam berinteraksi dengan client, tetapi juga di tandai dengan tehnologi-tehnologi baru dalam dunia website.

Ciri-ciri adanya tehnologi web2.0 adalah adanya istilah Rich Internet applicationsXML and RSS, dan Web API.

Rich Internet Applications

Rich Internet Aplications atau disingkat RIA merupakan suatu tehnologi baru dalam dunia web, baik untuk developer atau webmaster tetapi juga untuk client ( Internet Surfer ). Anda bisa merasakannya sendiri pada saat anda membuka gmail anda atau Yahoo! Beta anda. Ketika mengambil data email, anda tidak perlu muluk-muluk menunggu waktu untuk merefresh atau meload halaman. Tetapi hanya mengambil data yang dibutuhkan yang berada di server. Kebanyakan website yang RIA mengadopsi tehnologi AJAX ( Asynchronous JavaScript and XML ). Meskipun dalam RIA kita juga mengenal berbagai tekhnologi OpenLaszlo, JavaFX, Java Applet, penggunaan ActiveX Cntrol. Bahkan, ketika saya posting dan mengedit layout di Blogger.com ini, saya sudah dapat merasakan tehnologi AJAX.



Perhatikan tanda merah dipojok, dengan menggunakan AJAX, kini kita tidak perlu repot-repot menunggu waktu load halaman.


Dalam Web2.0 Adapun tehnik-tehnik dan pengembangan bahasa HTML sudah mengalami perubahan. HTML sudah berada pada versi 5.0 atau sekarang juga dikenal istilah XHTML 1.0 dan XHTML 2.0 yaitu bahasa HTML dan XML yang disatukan membentuk bahasa scripting web yang lebih simple, sederhana dan mudah digunakan.

Berikut ini adalah daftar website-website populer yang menggunakan Web 2.0 khususnya RIA :

Sekian dulu penjelasan tentang web 2.0, post selanjutnya mungkin mengenai tehnik-tehnik tentang web 2.0 mulai tutorial bahasa XHTML, pembuatan AJAX juga tentang web2.0 design yang di kenal karena simplicity serta keindahaanya. See you...

http://id.wikipedia.org/wiki/Web_2.0
http://en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0


19 December 2008

facebook vs google friends

Facebook dan Google telah merilis layanan user-ID yang baru, yang memudahkan user untuk menyimpan log-in mereka dan menyebarkannya ke beberpa situs lainnya. Google Friend Connect, kini telah keluar dalam versi beta, dan dapat digunakan oleh user untuk menambah tool jejaring social ke website mereka. Perusahaan pencarian terbesar tersebut mengatakan bahwa Google Friend Coonect hanyalah seperti potongan beberapa bit kode biasa dan tidak perlu adanya coding tingkat tinggi ataupun kemamapuan teknis coding.Friend Connect juga didesain untuk account-agnostic, memperbolehkan user untuk log-in dengan account yang dimilikinya dari Google, Yahoo, AOL, atau OpenID, dan situs online lainnya termasuk Plaxo dan Google Orkut. “Tujuan utama diciptakannya Google Friend Connect adalah sebagai fasilitas sebuah open social web. Dengan menggunakan standard OpenID dan OAuth, maka akan membuat interaksi user dengan user lain di website lainnya akan menjadi simple. Website yang menggunakan Friend Connect akan menjadi container OpenSocial yang dapat menjalankan aplikasi yang dibuat oleh komunitas pengembang OpenSocial.

Sementara itu, sebagai layanan Google, pengguna Facebook Connect dapat mengakses website yang berbeda menggunakan satu log-in, yang berarti user tidak harus membuat account baru jika mereka pindah ke website lain di Internet. System Friend Connect akan memudahkan user untuk memberikan pengalaman sama seperti Facebook ke website lain, membuat link antar user dan menambah fitur dari Web 2.0.

“Sebagai contoh, user dapat menggunakan Faceook Connect dengan me-review website Citysearch User dapat log-in menggunakan account Facebook, dan dari sana user dapat berinteraksi dengan semua teman di Facebook mereka. User juga dapat melihat informasi profil yang sama seperti yang ada di Facebook, yang dikontrol penuh di bagian setting privacy. Dengan Facebook Connect, maka akan memudahkan user untuk share dan connect dengan teman di banyak website.“ kata chief executive Facebook, Mark Zuckerberg

http://kiosit.com/facebook-vs-google-friends/

Memilih Portal Perusahaan, bagaimana?



Sebuah portal perusahaan atau enterprise portal kini menjadi standar antar muka (interface) Web untuk menampilkan content kepada para business user. Di banyak perusahaan, portal yang bersifat personal kini mulai menggantikan antarmuka Web-browser yang bersifat umum dengan intranet korporat dan aplikasi-aplikasi e-Business.

Ketika portal pertama kali muncul di pasar, ia dikemas sebagai produk yang berdiri sendiri (standalone). Namun, belakangan teknologi portal telah diintegrasikan ke banyak jenis piranti lunak perusahaan, antara lain aplikasi, piranti business intelligence, Web application server dan sistem content management. Beberapa jenis teknologi lainnya di industri perangkat lunak juga mengalami gelombang integrasi seperti ini.

Middleware misalnya, pada awalnya terlihat di pasar dalam bentuk standalone. Namun, secara bertahap middleware pun menjadi terintegrasi ke dalam infrastruktur produk software lainnya. Sekarang, persoalannya bagaimana memilih infrastruktur portal yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda?

Peran Portal Enterprise
Tujuan utama sebuah enterprise portal adalah memberikan masing-masing pengguna portal tampilan informasi bisnis, aplikasi dan layanan bersifat personal dan terintegrasi, yang ia perlukan untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Para pengguna bisa berasal dari dalam maupun luar perusahaan.

Sebuah portal yang digunakan secara internal bisa disebut sebagai internal corporate portal dan yang diperuntukkan bagi pengguna eksternal disebut e-business portal. Pembedaan kedua jenis portal sengaja dibuat karena keduanya seringkali memiliki kebutuhan yang berbeda.

Internal corporate portal misalnya, seringkali difokuskan untuk menyediakan interface yang lebih baik bagi intranet korporat. Jadi, sebuah portal korporat internal membutuhkan fasilitas yang memadai untuk mengelola informasi terstruktur, semi-terstruktur dan tidak terstruktur. Di sisi lain, sebuah portal e-Business seringkali lebih ditekankan pada penyediaan akses ke layanan aplikasi dan kolaborasi.

Namun, sejalan dengan semakin matangnya aplikasi-aplikasi portal, perbedaan-perbedaan inipun secara perlahan menghilang. Sebagian besar aplikasi portal berevolusi untuk menangani semua jenis konten bisnis, baik layanan informasi, aplikasi maupun kolaborasi.

Layanan-layanan Portal
Portal bukan sekedar menjembatani pengguna dengan konten bisnis yang ditampilkan dalam bentuk Web. Ia juga menawarkan sejumlah layanan untuk mengumpulkan, mengelompokkan, mengintegrasikan dan mempersonalisasikan konten ini. Berbagai produk yang memiliki kemampuan mendukung layanan ini pun cukup bervariasi, sehingga penting untuk menyeleraskan fungsionalitas sebuah produk dengan jenis aplikasi portal yang sedang dikembangkan.

Layanan yang disediakan sebuah portal secara umum bisa dibagi menjadi empat kategori: user interface services, content interface services, portal management services dan Web infrastructure services.

User Interface Services 
User interface service merupakan penghubung antara pengguna dan konten yang terletak di antara pengguna portal dan portal enterprise. Sebagian besar portal berinteraksi dengan penggunanya melalui HTML (hypertext mark-up language) yang dikirim ke sebuah browser Web desktop. Namun, kini ada kecenderungan portal-portal itu untuk bisa mendukung interface yang lebih canggih (misalnya menggunakan Java atau Microsoft .NET) dan untuk mendukung para pengguna mobile dan nirkabel.

Salah satu pertimbangan utama dalam menerapkan sebuah user interface portal apakah produknya mendukung thin-client user interface, memerlukan peng-install-an plug-in atau men-download komponen-komponen presentasi ke perangkat Web si pengguna. Arsitektur user interface ini perlu diperhatikan, khususnya untuk jejaring yang kecepatan koneksinya lamban dan ketika digunakan untuk melayani pengguna eksternal melalui sebuah portal e-Business.

Komponen terpenting user interface service lainnya adalah masalah security-nya. Komponen ini harus menjamin bahwa pengguna hanya bisa melihat konten bisnis yang berhak dilihatnya. Aspek ini akan menjadi semakin penting ketika kedalaman dan keluasan konten bisnisnya meningkat dan konten ini juga tersedia bagi pengguna eksternal. Penyediaan kapabilitas security seperti single sign-on pun menjadi vital untuk melindungi infrastruktur perusahaan.

Content Interface Services 
Content interface services digunakan untuk mengakses konten bisnis yang ditampilkan di portal. Layanan semacam ini menggunakan semacam adaptor (sering disebut portlet) untuk berhubungan dengan sistem back-end, yang mengelola konten bisnis yang akan diakses. Semua produk portal biasanya menyertakan prebuilt adapter. Jika produk ini tidak menyediakan adaptor untuk konten yang ingin Anda akses melalui portal, Anda bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan development kit.

Kualitas dari berbagai adaptor yang disediakan sangat bervariasi. Beberapa adapter merupakan interface HTML sederhana, sementara lainnya menawarkan interface konten canggih dan dibuat dalam bahasa Java, dsb. Tren saat ini mengarah ke pembuatan adapter portal yang bisa ditampilkan sebagai Web service.

Portal Management Services 
Portal management services menyediakan fasilitas-fasilitas seperti personalisasi, pencarian, publishing, notifikasi, kolaborasi, workflow, portal meta data directory management, kategorisasi dan taxonomy development. Beberapa portal juga menyediakan sistem pengelolaan kontennya masing-masing, selain menyediakan adapter portal yang bisa digunakan untuk mengakses berbagai content manager terkemuka, misalnya Documentum atau Stellent. Sebagian besar aktivitas pengembangan produk terjadi pada bagian layanan kolaborasi dan workflow.

Web Infrastructure Services 
Sebagian besar portal berinteraksi dengan piranti lunak yang menyediakan infrastruktur Web yang dibutuhkan untuk berkomunikasi melalui intranet dan ekstranet perusahaan, serta Internet publik. Selain mampu menyediakan portabilitas antar berbagai server Web, produk-produk ini pun harus bisa memanfaatkan fitur-fitur seperti directory services, caching, load balancing dan failover di server aplikasi Web untuk mengantisipasi ketika jumlah penggunanya bertambah.

Memilih Sesuai Kebutuhan Bisnis
Memilih produk portal yang tepat ternyata tidak mudah. Selain kemampuannya, fasilitas yang dibutuhkan di aplikasi portal juga beragam sesuai dengan jenis portal yang dikembangkan.


Gambar disamping memperlihatkan fitur-fitur penting dari sebuah portal, yang dibagi berdasarkan fitur-fitur yang dibutuhkan seluruh aplikasi portal secara umum. Juga, fitur-fitur yang dibutuhkan untuk pengaksesan layanan informasi, aplikasi dan kolaborasi.

Colin White, presiden BI-Research, menambahkan, salah satu pertimbangan penting dalam memilih sebuah produk adalah kelangsungan hidup vendornya. Menurut White, konsolidasi pasar portal juga harus diperhitungkan, karena berbagai vendor piranti lunak terkemuka seperti BEA, IBM, Microsoft, Oracle, PeopleSoft, SAP dan Sun kini menguasai pasar.

Di sisi lain, banyak vendor yang merupakan pemain murni portal akan diakuisisi maupun menutup bisnisnya. Beberapa pemain portal murni yang sudah diterima pasar (seperti Epicentric dan Plumtree misalnya) kemungkinan besar akan bertahan, termasuk pula para pemain niche market yang memasok portal industri vertikal atau berspesialisasi dalam bidang teknologi portal tertentu seperti search, kategorisasi dan taxonomy development, tutup Colin. •aa/bi-research

http://kiosit.com/portal-perusahaanbagaimana-memilihnya/